Situs ini diterbitkan dengan tujuan mengkomunikasikan keberadaan Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas, sekaligus memberikan informasi-informasi terbaru (up to date) kepada para mahasiswa dan alumni. Situs ini menerima sumbangan informasi mengenai lowongan kerja bagi para lulusan Antropologi dari para alumni yang telah bekerja di berbagai instansi/lembaga dan berupa kritik/saran demi perbaikan situs ini. Semua informasi diharapkan dapat ditulis di ruang diskusi dan atau diemailkan di Jurnal_laborantrop@yahoo.co.id.

Rabu, 24 Desember 2008

Ucapan Selamat Buat Jurusan Antropologi

Selamat buat Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas yang telah memenangkan Hibah Kompetisi IMHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency) DIKTI Jakarta untuk tahun anggaran 2009-2011.

Semoga Program Hibah ini akan bermanfaat dalam pengembangan kualitas akademik sumber daya manusia jurusan baik dosen maupun mahasiswa Antropologi ke depannya.

Tertanda,

Administrator

Senin, 01 Desember 2008

MEMOAR PROF. IMRAN MANAN

(07 Januari 1931 – 19 November 2008)

Yunarti - Sidarta Pujiraharjo - Yulkardi

(Catatan Yang Tertinggal Menyambut Purna-Bhakti Prof. DR. Imran Manan.MA.MA)

Prof. Dr. Imran Manan. MA.MA lahir di Padang Ganting 7 Januari 1931, adalah bungsu satu-satunya laki-laki dari 3 orang bersaudara. Sejak kecil telah menunjukkan minat yang kuat untuk belajar yang mendapat dukungan dari ibunda Malat serta ayahanda beliau Abdul Manan yang pada waktu itu seorang Mantri Pertanian di Lambau. Menikah dengan gadis Dra. Fatimah Enar yang dulunya teman kuliah, beliau berdua dikaruniakan 2 orang putra dan 1 orang putri : Drs. Arfi Imran yang kini bekerja diperusahaan Asing Schlumberger di Jakarta, Desy Natalia Imran. PHD dari Universitas di London Inggris bekerja sebagai dosen tetap di ITB Bandung dan putra bungsu beliau Arif Imran kandidat PHD pada University of Kent yang saat ini tengah menyelesaikan pendidikannya di Inggris. Saat ini beliau berdua adalah sepasang kakek dan nenek dari beberapa orang cucu. Sebuah kehidupan yang lengkap.

Memulai pendidikan dasar di kota Batusangkar, Imran muda tabah dan tidak manja walau harus tinggal bersama famili dan berpisah dengan orang tua. Jenjang pendidikan berikutnya dilalui diberbagai tempat dalam rentang waktu panjang sejak 1950-an hingga 1990-an yang membutuhkan stamina dan konsistensi tinggi terhadap semangat untuk terus belajar memahami hal-hal yang baru. Imran muda memulainya dari Sekolah Rakyat di Batu Sangkar ke FKIP – Universitas Andalas hingga University of California di Barkeley, University of Illinois di Urbana hingga Ohio State of University di Benua Amerika. Pencarian itu mengembara jauh ke dalam ceruk-ceruk pemikiran ekonomi, perilaku manusia, perspektif humanity dalam antropologi, yang telah membentuk dan mematangkan karakter dan kadar intelektualitasnya. Dalam lokalitasnya yang paling genuine sebagai seorang Minangkabau, beliau sekaligus tengah menjadi sebuah pribadi universal, menjalin kerjasama dan pemahaman dengan counterpart asing dan terus mengembangkan cakrawala wawasannya tentang keberadaan manusia dan dunia....dipusat-pusat peradaban dunia.

Semua rangkaian kehidupan tidaklah dilalui tanpa halangan; berbagai peristiwa menyertai semua periode pendidikannya:....wafatnya sang Ayahanda pada saat penyelesaian Sekolah Menengah Ekonomi tingkat Atas di Medan, hingga masa-masa sulit kelabu sebagai tentara dimasa pergolakan PRRI diawal pendidikan tinggi ..., berpisah dengan istri dan anak-anak dalam jangka waktu yang tidak singkat secara tekhnis tidak pernah menyurutkan kesukacitaannya dalam belajar, tidak sedikitpun juga pernah meragukan bahwa hasil yang baik hanya dapat lahir dari rahim kerja keras.

Diantara semua masa-masa pendidikan itu, Imran muda mulai mengisinya dengan kerja dan pengabdian sebagai guru honorer, ikut membidani beberapa sekolah lanjutan tingkat atas di Padang dan menyaksikan berdirinya IKIP sebagai institusi pendidikan mandiri. Dikemudian hari, Prof. Imran menjadi bagian penting dari Institusi ini menapak pengabdian dan kerja sebagai asisten dosen, dosen tetap, Pembantu Dekan II, Dekan, Pembantu Rektor I dan II hingga Direktur Pascasarjana IKIP Padang dengan ritme yang konsisten, dedikasi yang penuh dan profesionalitas lugas atas dasar kompetensi yang dimiliki....., kesemuanya itu bukanlah jenjang karir yang direncanakan, tak pernah merasa harus mendiktekan keadaan, yang beliau lakukan adalah mencurahkan perhatian atas setiap tahapan amanah, menyelesaikan setiap kerja sebaik yang bisa dilakukan dan setelah itu membiarkan hidup mengalir ...... panta rei. Beliau melakoni itu semua sembari terus menulis, meneliti dan berbicara diberbagai seminar lokal, regional, nasional dan Internasional sejak tahun 62 hingga masa purna bhakti beliau tiba.

Tahun 1984, adalah moment penting saat beliau secara resmi diminta ikut bergabung mengelola jurusan sosiologi dengan program studi antropologi yang saat itu masih bernaung di Fakultas Sastra. Banyak memori yang masih diingat oleh mantan murid dan kolega-kolega beliau; performa beliau yang sederhana, casual dengan kemeja lengan pendek, celana pantalon, sepatu sandal, kaca mata berbingkai tebal dengan rokok yang hampir selalu ada ditangan….figur yang terkesan hati-hati dan sedikit dalam berbicara karena bagi beliau bicara adalah apa yang dikerjakan. Semua hal yang tampak luar itu mengiringi etos kerja, disiplin waktu dan antusiasme yang ditunjukkan dalam mengasuh jurusan ini. Meski secara formal struktural beliau mengakhiri pengabdian di jurusan ini tahun 1998, namun spirit dan kepedulian beliau terhadap institusi ini tidaklah susut. Dari kejauhan beliau diam-diam tetap menyaksikan, memastikan bahwa si-anak asuh Antropologi Fisip Universitas Andalas meski tertatih, telah mencoba berjalan mantap diatas kaki mudanya yang masih goyah....

Prof. Imran Manan sangat menyadari, masih banyak kerja yang tersisa..., masih ada gagasan yang tertinggal belum selesai....., menyaksikan masih banyak kegagalan kita dalam memahami realitas sosial yang berujung pada kegagalan dalam membuat kebijakan. Meskipun peristiwa-peristiwa yang membesarkan hati dan menciutkan nyali terus berganti mengisi panggung kehidupan bermasyarakat, beliau meyakinkan akan adanya harapan akan munculnya intelektual muda bernas yang mekar berakar dari bumi dimana dia disemai-tumbuhkan....,yang akan mengejawantah-ulang gagasan tentang “ alam yang takambang jadikan guru”...sebuah semangat yang peka pada perubahan zaman tanpa tercerabut dari akarnya....memaknai kembali romantisme kearifan masa lalu yang dihadirkan dengan re-interpretasi kekinian....sebuah idealisme yang menurut beliau akan menahan kita dari tergelincir jatuh dalam arus pragmatisme keliru yang dangkal dan sesaat.

Menyambut masa purna bhaktinya yang telah tiba, Prof. Imran Manan merasa lega dan lapang.....bukan kelapangan yang berpuas diri tapi kelapangan yang mengalir dari rasa penuh dan pasti bahwa semua kemampuan telah diupayakan, semua daya telah diberikan...hutang dan kewajiban telah ditunaikan......sembari menyadari KESEMPURNAAN HANYALAH MILIK SANG KHALIK.

….SELAMAT JALAN PAK IM,…..

Komunitas Antropologi

FISIP – Universitas Andalas

Rabu, 19 November 2008

Ucapan Turut Berduka Cita

Assalamualaikum Wr. Wb
Innalillaahi wainnalillaahi rajiun.
Pimpinan Jurusan dan Seluruh Dosen Antropologi turut berdukacita atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak
Prof. Dr. Imran Manan, M.A, M.A
Semoga almarhum diterima di sisi ALLAH dan ditempatkan di tempat yang sebaik2nya.
Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Amin!
Wassalam, Wr. Wb
Pimpinan Jurusan dan Dosen Antropologi

Minggu, 09 November 2008

Hasil Evaluasi B.1. I-MHERE

Sehubungan dengan proses evaluasi dan seleksi Proposal Sub-Component B.1: Grants for Improvement of Quality and Sosial Responsibility Batch IV guna memperoleh pendanaan melalui the Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE), yang dilakukan oleh panitia IMHERE Dikti Jakarta, bahwa Universitas Andalas dinyatakan lulus dalam proses evaluasi tahap I. Untuk tahap selanjutnya, pihak panitia IMHERE Dikti Jakarta akan melakukan kegiatan peninjauan lapangan (site visit) .

Jadwal kunjungan itu sendiri akan dilaksanakan antara tanggal 10–15 November 2008. Saat ini, pihak pimpinan dan dosen Jurusan Antropologi tengah menyiapkan berbagai bahan dokumen yang relevan dengan kegiatan site visit tersebut. Walaupun pada hari libur (Sabtu dan Minggu), pihak jurusan tetap bekerja di ruangan jurusan Antropologi.

Semoga dalam kegiatan site visit nantinya, jurusan Antropologi akan berusaha semaksimal mungkin, sehingga proses yang dilalui akan berjalan dengan lancar dan kita harapkan pada tahap proses seleksi selanjutnya akan mendapatkan hasil yang maksimal. TERUS MAJU JURUSAN ANTROPOLOGI MOGA MENJADI YANG TERBAIK......................

Tertanda,

Jurusan Antropologi FISIP Unand

Kamis, 11 September 2008

Jurusan Antropologi Mengikuti Program IMHERE kedua kalinya

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) dengan dana pinjaman dari World Bank IBRD Loan Number 4789 – IND dan IDA Loan Number 4077 - IND, Dikti Depdiknas Jakarta mengundang universitas-univesitas di Indonesia untuk mengikuti proses seleksi hibah kompetisi tahap keempat Sub-Component B.1 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan tanggung jawab sosial institusi pendidikan tinggi.

Salah satunya adalah Universitas Andalas, Padang yang telah menetapkan 3 (tiga) jurusan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses seleksi hibah kompetisi tahap keempat yaitu Jurusan Antropologi dari FISIP, Jurusan Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Jurusan Tehnik Mesin dari Fakultas Tehnik.

Jurusan Antropologi telah membentuk panitia pelaksana yang dikoordinir oleh Dr. rer.soc. Nursyirwan Effendi yang beranggotakan Dr. Erwin, M.Si, Dra. Ermayanti, M.Si, Sri Meiyenti, S.Sos, M.Si dan Dra. Yunarti, M.Hum. Saat ini langkah awal yang dikerjakan oleh panitia pelaksana adalah meng up-date data Self Evaluation (SE) jurusan. Selanjutnya, panitia akan merancang program institusi development jurusan.

Menurut jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak Unand, data pengelolaan SE dan perancangan program institusi development jurusan harus selesai pada tanggal 5 Oktober 2008 dan sekitar awal bulan Desember 2008, laporan final telah masuk ke Rektor Universitas Andalas.

Dua tahun yang lalu, jurusan Antropologi telah diundang untuk mengerjakan program IMHERE ini tetapi tidak lulus dari penyeleksian DIKTI. Semoga pada tahun 2008 ini merupakan tahunnya Jurusan Antropologi untuk mendapatkan program IMHERE tersebut. Kita ucapkan SELAMAT dan dengan iringan doa semoga mendapat hasil yang maksimal.

Tertanda,
Pimpinan
Jurusan Antropologi FISIP Unand

Selasa, 02 September 2008

Marhaban Ya Ramadhan


Wahai Tamu Ramadhan......

Untukmu rahmat dan Maghfirah.....
Air mata Taubat..........
Dendangkan Tadarus,
Berselimutkan tarawih dan berbantalkan tahajud
Semoga kita mewarisi Jannahnya Allah.................

Jadikan bulan suci Ramadhan ini yang terbaik
karena kita tidak pasti apakah ada lagi Ramadhan-Ramadhan yang lain untuk kita nanti.....

SELAMAT BERPUASA DAN SHOLAT TARAWIH
BAGI PIMPINAN JURUSAN ANTROPOLOGI BESERTA STAF PENGAJAR
KHUSUSNYA JUGA MAHASISWA ANTROPOLOGI..........
Semoga amal ibadah puasa kita diterima olehNya...Amin!!


Tertanda,

Pimpinan Jurusan Antropologi
FISIP Universitas Andalas, Padang

Minggu, 10 Agustus 2008

Cara Belajar Yang Efektif dan Partisipasi Aktif Mahasiswa khususnya Mahasiswa Antropologi

Memutuskan untuk kuliah di Universitas Andalas terutama FISIP berarti Anda sudah siap menghadapi berbagai resiko atau tantangan. Yang pasti, suasana dalam menghadapi perkuliahan, secara umum, berbeda sekali daripada suasana belajar di sekolah menengah. Yang pertama membutuhkan kemampuan mengembangkan inisiatif sendiri (internally driven) dalam merencanakan dan menangani permasalahan yang muncul, sementara yang kedua tidak selalu seperti itu. Di sekolah menengah, dominasi aktifitas siswa di kelas masih banyak dalam bentuk menyimak materi yang disampaikan guru. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk kuliah serta langkah dan persiapan yang perlu ditempuh mahasiswa baru untuk memulai kuliah di Universitas Andalas terutama FISIP sehingga mampu belajar (kegiatan akademis) secara efektif, tanpa mengabaikan keikutsertaan dalam kegiatan kemahasiswaan.

Segala hal yang berkaitan dengan berbagai persiapan sebagai seorang mahasiswa adalah persiapan secara pribadi, akademis, dan ekstra kurikuler. Pada saat memasuki kehidupan kampus, umumnya Anda harus membiasakan diri untuk hidup jauh dari anggota keluarga dan sanak saudara; terpaksa hidup sendirian. Bapak dan Ibu, yang mengingatkan kealpaan dan memenuhi keinginan Anda serta adik, kakak, dan kawan-kawan yang dijadikan sebagai teman bercanda ria selama ini, tidak mungkin lagi akan mewarnai keseharian dan keceriaan Anda. Paling-paling hal yang demikian hanya akan Anda dapati sekali dalam sebulan atau ketika Anda pulang ke rumah/kampung halaman untuk menjemput bekal atau berlibur.

Anda harus bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat di lingkungan tempat tinggal Anda dengan baik atau yang dipepatahkan dengan hidup “bapandai-pandai”. Jika Anda kebetulan menderita sakit, yang pertama kali mengetahui keadaan Anda tentu saja tetangga. Bahkan, pada saat Anda berada dalam kesulitan keuangan pun, sebagai tetangga yang sudah sangat kenal dengan Anda, mereka tidak akan segan-segan untuk meringankan kesulitan yang Anda hadapi. Pengertian induk semang harus diperluas sehingga meliputi pimpinan universitas dan fakultas serta para karyawan, terutama penasihat akademik/ dosen dan penanggung jawab jurusan di Universitas Andalas terutama FISIP. Baik penasihat akademik/dosen maupun ketua/sekretaris jurusan, sebenarnya disiapkan bagi melayani berbagai keperluan dan menangani persoalan Anda dalam studi dan hidup sehari-hari. Mereka, seharusnya, menjadi orang tua/wali Anda yang kedua selain orang tua dan sanak saudara sendiri. Ingatlah, Anda perlu bertanya dan berdiskusi secara intensif dengan induk semang yang telah diperluas maknanya ini. Hal ini penting diikuti calon mahasiswa karena banyak pula penasihat akademik/dosen dan ketua/sekretaris jurusan yang, sebagai manusia biasa, lupa dengan atau sengaja melupakan tugasnya.

Disamping itu, hal yang menjadi perhatian adalah peranan dari orangtua yang sekuat tenaga dan daya upaya, misalnya, mencarikan dana untuk membayar biaya pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka. Singkatnya, orangtua menginginkan anak-anaknya melanjutkan pendidikan ke universitas agar dapat menjadi orang yang pintar, berilmu, tergolong dalam kalangan intelektual, dan memperoleh/membuka lapangan pekerjaan sendiri. Universitas memberikan gelar yang sesuai bidang studi tertentu kepada para lulusannya. Gelar tersebutlah yang mendatangkan gengsi dan prestasi tersendiri karena pemerolehan gelar itu memungkinkan pemiliknya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Artinya, pemilik gelar sarjana akan cenderung memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mendapat pekerjaan dan hidup yang layak dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.

Oleh karena itu, urgensi keharusan generasi mengikuti perkuliahan adalah agar mereka mendapatkan pekerjaan dan hidup yang layak setelah memperoleh gelar kesarjanaan. Walaupun demikian, pada sisi lain kita masih dipusingkan oleh satu persoalan klasik bahwa sebagian dari para sarjana masih tidak dapat perkerjaan atau menganggur dalam berbagai bidang sampai saat ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya mutu sebagian besar lulusan universitas, yang ditunjukkan oleh tidak terpenuhinya indek prestasi dan kemampuan dasar yang dibutuhkan di lapangan. Sementara itu, survai membuktikan belum tercapainya keseimbangan antara jumlah sarjana yang dihasilkan universitas dan lapangan kerja yang dapat menampung mereka. Jadi, yang menganggur itu, di antaranya, adalah mereka yang kalah bersaing pada saat berkompetisi untuk mendapatkan tempat berkerja yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sarjana pelamar yang mendaftar. Walaupun tidak dipungkiri bahwa, secara umum, peranan universitas dalam upaya menyejahterakan masyarakat sangat besar, aspek relevansi di universitas perlu terus dikembangkan.

Pemenuhan aspek ini secara baik berkaitan erat dengan membaiknya mutu lulusan, yang tidak saja memperbesar kemungkinan keterpakaian lulusan oleh stakeholders tetapi juga membuat para lulusan mampu berkreasi dalam membuka lapangan kerja secara mandiri. Akan tetapi, yang luput dari perhatian kita, antara lain, adalah kekurangan informasi yang diterima generasi kita. Mereka jarang memperoleh informasi yang benar dan akurat tentang universitas yang akan dimasuki sesuai dengan keinginan dan potensi diri yang dimiliki.

Padahal, kesalahan dalam memilih universitas dapat menyebabkan rendahnya kualitas lulusan suatu universitas. Sebagaimana yang dijelaskan di atas, kualitas lulusan yang relatif rendah menyebabkan, antara lain, kegagalan calon pelamar pekerjaan untuk mendapat suatu pekerjaan. Sementara itu, hampir semua institusi atau lembaga penyedia lapangan pekerjaan mensyaratkan, misalnya, kepada pelamar untuk memiliki indek prestasi kumulatif (IPK) 2.75 ke atas. Sangatlah ironis pula, kalau ada mahasiswa yang menyatakan bahwa tujuan kuliah adalah sekedar untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya atau untuk mengisi waktu daripada tidak kuliah sama sekali. Sinyalemen yang terakhir ini berarti bahwa keterlibatan mereka di kampus adalah atas dasar keterpaksaan atau kesalahan mereka dalam memilih (program studi) universitas. Hal inilah yang juga ikut berkontribusi dalam menyebabkan rendahnya kualitas lulusan universitas. SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU FISIP KHUSUSNYA MAHASISWA ANTROPOLOGI TAHUN 2008.

Senin, 28 Juli 2008

Simposium Internasional Antropologi ke-5

Jurusan Antropologi mengucapkan selamat atas terselenggaranya "The 5th International Symposium of Jurnal Antropologi Indonesia" dengan tema: The Future of Indonesia: Sustainable Development and Local Initiatives in Post Capitalist Era. Simposium Internasional Antropologi ini telah dilaksanakan pada tanggal 22-26 July 2008 di Kampus FKIP Lambung Mangkurat University, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tertanda

Jurusan Antropologi FISIP Unand

Jumat, 25 Juli 2008

Pemilihan Dekan FISIP tahun 2008

Dekan FISIP telah berganti. Pada bulan Juli 2008 merupakan bulan demokrasi di FISIP yaitu pelaksanaan pemilihan Dekan FISIP yang baru. Kegiatan ini dimulai dari penjaringan Balon (bakal calon) yang berasal dari dosen senior (Golongan IVa dan memiliki jabatan Lektor Kepala), kemudian pendaftaran Balon sampai pemilihan calon yang dilaksanakan melalui penjaringan pemilihan dari dosen-dosen yang ada di FISIP dan akhirnya sampai pemilihan ke senat Fakultas.

Akhirnya, pada tanggal 23 Juli telah terpilih 3 orang yang berhak menjadi calon Dekan FISIP, yaitu Drs. Alfitri, M.S (Sosiologi), Dr. Asmawi, M.Si (Sosiologi) dan Dr. Erwin, M.Si (Antropologi). Melalui pemilihan yang dilakukan oleh senat fakultas sebanyak 13 orang dari berbagai jurusan, maka dengan suara terbanyak adalah 9 suara diperoleh oleh Drs. Alfitri, M.S dan 4 suara oleh Dr. Erwin, M.Si. Dengan suara terbanyak inilah, maka telah terpilih lah Dekan FISIP yang baru untuk periode 2008-2012, yaitu Drs. Alfitri, M.Si.

Jurusan Antropologi beserta staf pengajar mengucapkan selamat kepada Drs. Alfitri, M.Si atas terpilihnya menjadi Dekan FISIP tahun 2008, semoga dibawah kepemimpinannya menjadikan FISIP menjadi fakultas yang maju, profesional dan memiliki akademik yang tinggi.

Tertanda,

Jurusan Antropologi FISIP Unand

Senin, 14 Juli 2008

Pemberlakuan Sanksi Akademik

Beberapa tahun belakangan ini, jurusan Antropologi bekerjasama dengan pihak fakultas telah sukses melakukan pemberlakuan sanksi terhadap beberapa mahasiswa Antropologi yang dinyatakan positif melakukan pelanggaran-pelanggaran secara akademik. Pelanggaran tersebut berupa perubahan nilai KHS, pemalsuan tandatangan pembimbing untuk maju ke seminar proposal dan lain sebagainya. Pada tahun 2006, Jurusan Antropologi telah memberlakukan sanksi akademik terhadap 2 orang mahasiswi yang kedapatan merubah nilai KHS. Sanksi tersebut yaitu sanksi skor selama 6 bulan.

Pada tahun 2008 ini, Jurusan Antropologi pun telah menyelidiki pelanggaran yang dilakukan 2 orang mahasiswa seperti perubahan nilai KHS dan membuat pemalsuan tandatangan penguji. Beberapa hari yang lalu, melalui Sekretaris Jurusan telah mewawancarai beberapa orang mahasiswi yang terindikasi melakukan pelanggaran-pelanggaran akademik tersebut dan akhirnya diperoleh terdapat 1 orang mahasiswi yang telah berterus terang melakukan perubahan KHS selama 1 tahun belakangan.

Dengan adanya berbagai pelanggaran akademik yang dilakukan oleh mahasiswa, maka jurusan akan lebih mentertibkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan nilai seperti KHS, Transkrip dan formulir pengajuan seminar proposal/skripsi.

Jurusan Antropologi akan terus memonitor dokumen-dokumen mahasiswa tersebut dan juga memperingatkan kepada semua mahasiswa agar tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran akademik ini di kemudian hari.

Selain itu, bagi mahasiswa/i, apabila mengetahui adanya kejanggalan pelanggaran akademik yang dilakukan oleh teman saudara, silahkan harap lapor langsung ke pihak Jurusan atau bisa melalui emai: Jurnal_laborantrop@yahoo.co.id. untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya.

tertanda,

Jurusan Antropologi FISIP

Rabu, 28 Mei 2008

pikir dan tulis

Nah, lho : Bisa, kan?
Ada banyak orang berpikir, namun tidak banyak yang mampu dan sempat menuliskannya. Kadang dalam bicara dan berdiskusi, apa saja bisa mengalir deras dari mulut kita. Bahkan tak jarang kita kekurangan waktu untuk meneruskannya. Sehingga orang cenderung senang beretorika daripada berteori atau menyampaikan sesuatu dalam tulisan.
Ketika akan menulis sering kita berpikir dari mana harus memulainya. Namun ketika bicara atau pembicaraan yang sering kita lakukan, bisa mengalir begitu saja tanpa harus ada mukadimah. Nah, bagaimana cara menuliskan setiap apa yang kita pikir dan bicarakan? Tulis saja, begitu praktisi penulisan menyuruhnya. Menulis ya menulis, jangan takut untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran untuk menjadikannya sebuah tulisan. Terlepas dari hasil baik buruknya, yang penting tulis!
Kualitas tulisan bukan ditentukan dari siapa yang menulis, namun dari proses apa dan bagaimana dia menulisnya. Hasil terbaik, biarlah pembaca yang menilainya. Baik buruk pun, serahkan pada mereka. Tugas penulis hanyalah menulis dan menuangkan apa yang dipikirkan dalam bentuk sajian tulisan, bagaimana pun modelnya.
Ada berbagai cara orang menuangkan ide, pikiran dan imajinasinya dalam bentuk tulisan. Baik dalam penulisan fiksi atau non fiksi, semua bisa dilakukan. Tergantung pada bagaimana dia meramu dan menjadikannya sebuah sajian yang enak di baca. Paling tidak, untuk dirinya sendiri. Kemampuan menulis dan meramunya menjadi sebuah alat yang efektif untuk mempengaruhi orang tentu membutuhkan jam terbang yang tidak sedikit.
Tuliskan apa yang anda pikirkan, jangan pikirkan apa yang akan anda tuliskan- demikian sebagian penulis memotivasi para pemula. Biarkan mata pikir dan mata baca anda yang menentukan tata bahasa dan estetikanya. Jadikan, karya tulis anda sebagai alat penyampai mata pikir dan mata hati anda. Layaknya sebuah diary atau catatan harian. Modelnya terserah anda. Mau puitis seperti Kahlil Gibran, mau provokatif seperti Widji Tukul, atau mau seperti Tan Malaka yang inspiratif. Silahkan!
Boleh, boleh saja anda menggunakan dan mengutip tulisan termasuk pikiran orang lain untuk memancing imajinasi dan inspirasi penulisan anda. Namun, ada baiknya tetap yang anda tulis adalah buah pikiran anda, dong. Saya termasuk orang yang mudah terpengaruh dan terpancing dalam mendengar dan melihat 'kehebatan' orang. Namun, sangat sombong dan angkuh untuk mengutip tulisan orang. Walau kadang saya berpikir pasti akan ada kemiripan yang akan terpampang dalam setiap tulisan saya. Toh, pada dasarnya apa yang menjadi ide dan pikiran manusia menurut saya mirip semua. Hanya cara dan kemampuan serta kesempatan menyampaikannya saja yang berbeda-beda. Begitu cara saya, memaafkan kepemulaan saya. Sombong dikit, gak apa lah....
Nah, tunggu apa lagi....
Jakarta, 27 Mei 2008

Rabu, 09 April 2008

Selamat Buat Wisudawan/wati Antropologi WISUDA I

Tanggal 5 April 2008, merupakan hari wisuda I (pertama) di Universitas Andalas. Berdasarkan jumlah wisudawan/wati dari jurusan Antropologi diperkirakan lebih kurang 15-20 orang dari jumlah keseluruhan para wisudawah/wati wisuda I FISIP berjumlah lebih kurang 50-an. Jumlah ini biasa mengalami penurunan dibandingkan dengan pelaksanaan wisuda II (bulan Oktober) setiap tahunnya.

Bersama ini kami selaku pimpinan jurusan beserta staf pengajar mengucapkan selamat menjadi wisudawan/wati Antropologi, semoga ilmu yang telah diperoleh selama melaksanakan pendidikan sarjana di Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas dapat diaplikasikan ke dalam masyarakat secara luas dan cepat mendapatkan pekerjaan yang dicita-citakan.

Tertanda,
Ketua Jurusan Antropologi FISIP Unand

Rabu, 27 Februari 2008

KPK membuka Lowongan Kerja.......................

Bagi lulusan Antropologi dan Ilmu Sosial lainnya, diinformasikan bahwa ada lowongan kerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta. Untuk info selanjutnya, bisa menghubungi Nanang Farid Syam di http://moneng.multiply.com/selaku alumni antropologi yang telah lama bekerja di lembaga tersebut. Selain itu, informasi keseluruhan dari lowongan kerja KPK ini dapat diklik di http://www.ppm-rekrutmen.com/

Minggu, 03 Februari 2008

The Voice of Indonesian Future Leaders

In commemoration of 100 years of Hari Kebangkitan Nasional (Indonesian National Awakening Day) that referred to the historical event in 1908 and 10 years of Reformasi in Indonesia that saw the resignation of Soeharto after thirty two years of his presidency, the Indonesian Student Association of Australia (PPIA) chapter Victoria state and Victoria University is holding the PPIA Conference 2008, titled: "The Voice of Indonesian Future Leaders". 
This conference will be held in 2-3 May 2008

Please visit here for call of paper

Sabtu, 02 Februari 2008

Hasil Polling 1

Berdasarkan hasil polling mengenai tampilan blog site yang dimiliki Jurusan Antropologi saat ini diketahui bahwa yang memilih tampilan menarik sekali (21%) sebanyak 3 orang, menarik (21%) sebanyak 3 orang, baik (29% sebanyak 4 orang dan kurang baik (29%) sebanyak 4 orang. hasil ini memperlihatkan bahwa tampilan blog site ini perlu terus diperbaharui dan diisi dengan informasi-informasi yang bernilai akademis sehingga mampu memberikan wawasan akademis yang cukup luas. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas waktunya memilih polling ini, semoga blog site ini akan semakin baik dan baik. Dari: Pimpinan Jurusan Antropologi FISIP Unand


Semester baru (Genap 2007/2008)

Jurusan Antropologi telah melakukan pembagian mata kuliah kepada staf pengajar berdasarkan rapat jurusan yang telah dilaksanakan beberapa minggu yang lalu. hal tersebut terkait dengan datangnya semester baru, yaitu semester genap tahun 2007/2008 yang akan dimulai pada hari Senin, Tanggal 4 Februari 2008. Dengan pembagian mata kuliah yang merata pada setiap staf pengajar maka diharapkan selama dalam pembelajaran akan tercapai proses yang berkualitas dan profesional.

Selasa, 29 Januari 2008

Sebagian Besar Nelayan Bungus Hanyalah Buruh


Padang Kompas - Sekitar 60 persen nelayan di Bungus, Kota Padang, adalah nelayan buruh. Kesejahteraan mereka masih sangat minim karena hasil tangkapannya harus dibagi dan dijual ke pengumpul atau nelayan pemilik kapal.

Antropolog maritim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas, Lucky Zamzami, Kamis (8/11), mengatakan, hasil penelitiannya tahun 2007 di Bungus mencerminkan kondisi nelayan di sepanjang pantai barat Sumatera Barat.

Bungus terletak di selatan Kota Padang. Daerah ini termasuk salah satu sentra nelayan dan perikanan. Namun, dari 750 nelayan yang dijadikan sampel dalam penelitiannya itu, sejumlah 450 di antaranya adalah nelayan buruh.

"Nelayan buruh ini mempunyai perahu sendiri, tetapi perahu itu masih tradisional. Biasanya mereka bekerja di kapal nelayan pemilik. Ukuran kapal lebih besar dan dibutuhkan beberapa tenaga nelayan buruh untuk bekerja di situ," ucap Lucky.

Dia menambahkan, ikan yang diperoleh kemudian dijual kepada pedagang atau tauke. Tauke akan menyortir ikan yang akan diambil. Ikan yang tidak laku dipasarkan biasanya dikembalikan ke nelayan buruh ini.

Uang dari penjualan ikan lalu dipotong dengan biaya operasional penangkapan ikan, yang biasanya dipinjami tauke. Setelah itu, hasil yang diperoleh dibagi dua antara pemilik dan buruh. Bagian untuk buruh dibagi rata untuk semua nelayan yang ikut.

"Dari hasil 1-10 juta dari ikan yang diperoleh, nelayan buruh hanya mendapatkan Rp 30.000- 50.000. Ini yang membuat nelayan buruh sulit mengubah nasib. Belum lagi bila cuaca buruk sehingga mereka tidak bisa melaut," katanya.

Oleh karena itu, menurut Lucky, mendesak untuk memberikan pekerjaan sampingan kepada nelayan buruh. Alternatif pekerjaan antara lain tambak udang. Sayangnya, nelayan buruh tidak diberi pelatihan untuk mengurus tambak udang itu. Akibatnya, tambak udang tidak berhasil.

Depdiknas Tawarkan Beasiswa bagi 2.500 Dosen

Sumber: 
www.dikti.go.id

Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), menawarkan beasiswa bagi 2.500 dosen perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

Program beasiswa itu disosialisasikan Dirjen Dikti Depdiknas, Fasli Jalal, melalui teleconference "Coffee Morning with DGHE Perdana 2008" di 48 PT se-Indonesia, diantaranya di Rektorat ITS Surabaya, Selasa.

Acara yang dihadiri para pimpinan perguruan tinggi, dekan, dan dosen yang berminat itu, merupakan kali ketiga yang dilakukan Dirjen Dikti Depdiknas dengan PTN/PTS se-Indonesia, setelah sebelumnya "teleconference" peluncuran Program BERMUTU untuk peningkatan kualitas guru.

Jumat, 18 Januari 2008

Info Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri dari DIKTI

Bagi dosen Universitas Andalas terutama Dosen Jurusan Antropologi, Sosiologi, ILmu Politik, Administrasi Negara dan Hubungan Internasional FISIPOL Unand yang berminat melanjutkan studi master dan Doktor ke luar negeri untuk tahun 2008, silahkan membaca informasi beasiswa berikut di bawah ini. Selain diperuntukkan untuk dosen, beasiswa ini diperuntukkan juga bagi kalangan profesional yang selama ini menjadi dosen honor di berbagai perguruan tinggi.
Berikut ini surat pemberitahuan mengenai Beasiswa dari DIKTI:

Nomor: 4097/D/T./2007; 14 Desember 2007
Kepada Yth
Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri /Koordinator Perguruan Tinggi Swasta/ Direktur Politeknik Seluruh Indonesia

Merujuk surat kami Nomor : 707/D/T/2007, tanggal 26 Maret 2007, dan Nomor : 1357/D4.4/2007, tanggal 13 Juni 2007 tentang beasiswa untuk studi ke luar negeri, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Pendaftaran untuk memperoleh beasiswa studi ke luar negeri masih dibuka untuk jenjang S2 dan S3. Pendaftar harus sudah diterima di sebuah perguruan tinggi yang terakreditasi di luar negeri. Peminat mengajukan permohonan atau dikirim oleh perguruan tinggi tempat bekerja dengan dilampiri :
a. Isian Form A Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ;
b. Letter of Acceptance dari perguruan tinggi yang terakreditasi;
c. Foto copy ijazah S1 bagi pelamar jenjang S2 dan ijazah S1 dan S2 bagi pelamar jenjang S3.
d. Bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS), Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain, sesuai dengan negara tempat perguruan tinggi yang dituju (tidak lebih dari 2 tahun terakhir);
e. Khusus untuk pelamar jenjang S3, melampirkan rencana riset.
2. Pendaftar berasal dari dosen Perguruan Tinggi Negeri, dosen DPK, dosen tetap Perguruan Tinggi Swasta dan juga di luar ketiga kategori tersebut tetapi bersedia menjadi dosen di perguruan tinggi tertentu minimal untuk waktu (2n + 1), yang ditunjukkan dengan surat perjanjian antara yang bersangkutan dengan perguruan tinggi tertentu. Mereka ini selanjutnya disebut Calon Tenaga Akademis Baru (CTAB).
3. Mereka yang saat ini sedang studi di luar negeri atas biaya sendiri dan memenuhi syarat pada butir Nomor 2 atau yang sedang studi di luar negeri atas biaya dari Departemen Pendidikan Nasional dan beasiswa sudah habis sementara studinya belum selesai dapat melamar beasiswa ini, dengan melampirkan laporan perkembangan studi yang diketahui oleh supervisor/pembimbing
4. Mengingat banyak dosen yang memiliki potensi akademik sangat bagus, tetapi kemampuan berbahasa Inggris belum baik dan kesulitan mendapatkan perguruan tinggi tujuan studi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan melaksanakan Tes Potensi Akademik (TPA) dan bahasa Inggris untuk dosen PTN, DPK, dosen PTS dan CTAB. Mereka yang lulus TPA tetapi kemampuan berbahasa Inggrisnya masih kurang, akan diberikan kursus intensif Bahasa Inggris, sehingga dapat diterima di perguruan tinggi terakreditasi di luar negeri. Alokasi untuk pola ini tergantung sisa beasiswa setelah dikurangi mereka yang sudah diterima di perguruan tinggi di luar negeri, sebagaimana disebutkan pada butir 1. Dimohon Rektor/Ketua/Direktur menyiapkan calon yang akan mengikuti TPA dan tes Bahasa Inggris, yang direncanakan pada bulan Januari 2008. Jadwal dan tempat tes akan kami informasikan lebih lanjut.
5. Bagi dosen yang saat ini sedang menempuh jenjang S3 di Program Pascasarjana dalam negeri, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi merencanakan untuk memberi kesempatan kepada mereka untuk mengikuti program sandwich di perguruan tinggi luar negeri, dengan kegiatan antara lain: a. Mengikuti kuliah untuk matakuliah yang relevan dengan riset disertasinya;b. Melakukan library research atau laboratory research untuk disertasinya;c. Kegiatan lain yang mendukung penyelesaian studi dengan lebih cepat dan bermutu baik. Untuk itu diperlukan kemampuan berbahasa Inggris atau bahasa yang digunakan di perguruan tinggi yang dituju. Jumlah alokasi dan persyaratan untuk program ini sedang dipersiapkan. Dimohon Rektor/Ketua/Direktur menyiapkan mahasiswa program S3 untuk mengikuti program tersebut. Informasi secara rinci akan kami sampaikan lebih lanjut.
6. Pendaftar beasiswa studi di luar negeri sebagaimana dijelaskan pada butir 1 s.d. 4 dapat kami terima paling lambat tanggal 30 Maret 2007, dikirim ke alamat :Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Gedung D Lt. 5 Jalan Jenderal Sudirman Jalan Pintu I - Senayan, JakartaTelp./Faks : ( 021 ) 57946092
Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Direktur Jenderal,
ttd
Fasli Jalal
NIP 131124234
Untuk informasi lebih lanjut bisa mengklik di www.ditnaga-dikti.org untuk mendownload form isian A dan info lainnya.

Selasa, 08 Januari 2008

Studi Lanjut Dosen Antropologi





Saat ini Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas memiliki 20 staf pengajar. Staf pengajar yang aktif mengajar berjumlah 12 orang. Staf pengajar lainnya ada yang diperbantukan ke Pemerintahan Daerah (Kota Padangpanjang dan Kab. Solok Selatan) sebanyak 2 orang dan yang melanjutkan studi lanjut master dan doktor berjumlah 5 orang. Staf pengajar yang melakukan studi lanjut master dan doktor berada di 3 (tiga) tempat universitas, yaitu Universitas Indonesia, Jakarta, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia.

Berikut daftar staf pengajar yang melanjutkan studi master dan doktor:

1. Drs. Zainal Arifin, M.Hum (S3-UGM, Yogyakarta-masa studi 2003-2008)
2. Maskota Delfi, S.Sos, M.Hum (S3-UGM, Yogyakarta-masa studi 2003-2008)
3. Fajri Rahman, S.Sos ( S2-UGM, Yogyakarta-masa studi 2007-2009)
4. Yevita Nurti, S.Sos, M.Si (S3-UI, Jakarta-masa studi 2007-2011)
5. Lucky Zamzami, S.Sos (S2-UKM, Malaysia-masa studi 2007-2009)

Berdasarkan kebijakan pemerintah RI dan Unand, maka setiap penerimaan CPNS untuk staf pengajar yang dimulai tahun 2007 adalah yang memiliki kualifikasi pendidikan minimal S2 (master). Hal ini mendorong Jurusan Antropologi untuk lebih meningkatkan level akademik dan profesionalisme terutama kepada para staf pengajarnya untuk meraih studi yang lebih tinggi, sehingga bisa bersaing di tingkat pendidikan dalam dan luar negeri .

Minggu, 06 Januari 2008

ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?

ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH
lulusan Antropologi?
ANTROPOLOG, KAH lulusan
Antropologi?
ANTROPOLOG
, KAH
lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan
AntropologANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?ANTROPOLOG, KAH lulusan Antropologi?