Situs ini diterbitkan dengan tujuan mengkomunikasikan keberadaan Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas, sekaligus memberikan informasi-informasi terbaru (up to date) kepada para mahasiswa dan alumni. Situs ini menerima sumbangan informasi mengenai lowongan kerja bagi para lulusan Antropologi dari para alumni yang telah bekerja di berbagai instansi/lembaga dan berupa kritik/saran demi perbaikan situs ini. Semua informasi diharapkan dapat ditulis di ruang diskusi dan atau diemailkan di Jurnal_laborantrop@yahoo.co.id.

Minggu, 10 Agustus 2008

Cara Belajar Yang Efektif dan Partisipasi Aktif Mahasiswa khususnya Mahasiswa Antropologi

Memutuskan untuk kuliah di Universitas Andalas terutama FISIP berarti Anda sudah siap menghadapi berbagai resiko atau tantangan. Yang pasti, suasana dalam menghadapi perkuliahan, secara umum, berbeda sekali daripada suasana belajar di sekolah menengah. Yang pertama membutuhkan kemampuan mengembangkan inisiatif sendiri (internally driven) dalam merencanakan dan menangani permasalahan yang muncul, sementara yang kedua tidak selalu seperti itu. Di sekolah menengah, dominasi aktifitas siswa di kelas masih banyak dalam bentuk menyimak materi yang disampaikan guru. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk kuliah serta langkah dan persiapan yang perlu ditempuh mahasiswa baru untuk memulai kuliah di Universitas Andalas terutama FISIP sehingga mampu belajar (kegiatan akademis) secara efektif, tanpa mengabaikan keikutsertaan dalam kegiatan kemahasiswaan.

Segala hal yang berkaitan dengan berbagai persiapan sebagai seorang mahasiswa adalah persiapan secara pribadi, akademis, dan ekstra kurikuler. Pada saat memasuki kehidupan kampus, umumnya Anda harus membiasakan diri untuk hidup jauh dari anggota keluarga dan sanak saudara; terpaksa hidup sendirian. Bapak dan Ibu, yang mengingatkan kealpaan dan memenuhi keinginan Anda serta adik, kakak, dan kawan-kawan yang dijadikan sebagai teman bercanda ria selama ini, tidak mungkin lagi akan mewarnai keseharian dan keceriaan Anda. Paling-paling hal yang demikian hanya akan Anda dapati sekali dalam sebulan atau ketika Anda pulang ke rumah/kampung halaman untuk menjemput bekal atau berlibur.

Anda harus bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat di lingkungan tempat tinggal Anda dengan baik atau yang dipepatahkan dengan hidup “bapandai-pandai”. Jika Anda kebetulan menderita sakit, yang pertama kali mengetahui keadaan Anda tentu saja tetangga. Bahkan, pada saat Anda berada dalam kesulitan keuangan pun, sebagai tetangga yang sudah sangat kenal dengan Anda, mereka tidak akan segan-segan untuk meringankan kesulitan yang Anda hadapi. Pengertian induk semang harus diperluas sehingga meliputi pimpinan universitas dan fakultas serta para karyawan, terutama penasihat akademik/ dosen dan penanggung jawab jurusan di Universitas Andalas terutama FISIP. Baik penasihat akademik/dosen maupun ketua/sekretaris jurusan, sebenarnya disiapkan bagi melayani berbagai keperluan dan menangani persoalan Anda dalam studi dan hidup sehari-hari. Mereka, seharusnya, menjadi orang tua/wali Anda yang kedua selain orang tua dan sanak saudara sendiri. Ingatlah, Anda perlu bertanya dan berdiskusi secara intensif dengan induk semang yang telah diperluas maknanya ini. Hal ini penting diikuti calon mahasiswa karena banyak pula penasihat akademik/dosen dan ketua/sekretaris jurusan yang, sebagai manusia biasa, lupa dengan atau sengaja melupakan tugasnya.

Disamping itu, hal yang menjadi perhatian adalah peranan dari orangtua yang sekuat tenaga dan daya upaya, misalnya, mencarikan dana untuk membayar biaya pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka. Singkatnya, orangtua menginginkan anak-anaknya melanjutkan pendidikan ke universitas agar dapat menjadi orang yang pintar, berilmu, tergolong dalam kalangan intelektual, dan memperoleh/membuka lapangan pekerjaan sendiri. Universitas memberikan gelar yang sesuai bidang studi tertentu kepada para lulusannya. Gelar tersebutlah yang mendatangkan gengsi dan prestasi tersendiri karena pemerolehan gelar itu memungkinkan pemiliknya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Artinya, pemilik gelar sarjana akan cenderung memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mendapat pekerjaan dan hidup yang layak dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.

Oleh karena itu, urgensi keharusan generasi mengikuti perkuliahan adalah agar mereka mendapatkan pekerjaan dan hidup yang layak setelah memperoleh gelar kesarjanaan. Walaupun demikian, pada sisi lain kita masih dipusingkan oleh satu persoalan klasik bahwa sebagian dari para sarjana masih tidak dapat perkerjaan atau menganggur dalam berbagai bidang sampai saat ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya mutu sebagian besar lulusan universitas, yang ditunjukkan oleh tidak terpenuhinya indek prestasi dan kemampuan dasar yang dibutuhkan di lapangan. Sementara itu, survai membuktikan belum tercapainya keseimbangan antara jumlah sarjana yang dihasilkan universitas dan lapangan kerja yang dapat menampung mereka. Jadi, yang menganggur itu, di antaranya, adalah mereka yang kalah bersaing pada saat berkompetisi untuk mendapatkan tempat berkerja yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sarjana pelamar yang mendaftar. Walaupun tidak dipungkiri bahwa, secara umum, peranan universitas dalam upaya menyejahterakan masyarakat sangat besar, aspek relevansi di universitas perlu terus dikembangkan.

Pemenuhan aspek ini secara baik berkaitan erat dengan membaiknya mutu lulusan, yang tidak saja memperbesar kemungkinan keterpakaian lulusan oleh stakeholders tetapi juga membuat para lulusan mampu berkreasi dalam membuka lapangan kerja secara mandiri. Akan tetapi, yang luput dari perhatian kita, antara lain, adalah kekurangan informasi yang diterima generasi kita. Mereka jarang memperoleh informasi yang benar dan akurat tentang universitas yang akan dimasuki sesuai dengan keinginan dan potensi diri yang dimiliki.

Padahal, kesalahan dalam memilih universitas dapat menyebabkan rendahnya kualitas lulusan suatu universitas. Sebagaimana yang dijelaskan di atas, kualitas lulusan yang relatif rendah menyebabkan, antara lain, kegagalan calon pelamar pekerjaan untuk mendapat suatu pekerjaan. Sementara itu, hampir semua institusi atau lembaga penyedia lapangan pekerjaan mensyaratkan, misalnya, kepada pelamar untuk memiliki indek prestasi kumulatif (IPK) 2.75 ke atas. Sangatlah ironis pula, kalau ada mahasiswa yang menyatakan bahwa tujuan kuliah adalah sekedar untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya atau untuk mengisi waktu daripada tidak kuliah sama sekali. Sinyalemen yang terakhir ini berarti bahwa keterlibatan mereka di kampus adalah atas dasar keterpaksaan atau kesalahan mereka dalam memilih (program studi) universitas. Hal inilah yang juga ikut berkontribusi dalam menyebabkan rendahnya kualitas lulusan universitas. SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU FISIP KHUSUSNYA MAHASISWA ANTROPOLOGI TAHUN 2008.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

http://www.uad.ac.id

saya sangat setuju dengan Cara Belajar Yang Efektif dan Partisipasi Aktif Mahasiswa khususnya Mahasiswa Antropologi.
Segala hal yang berkaitan dengan berbagai persiapan sebagai seorang mahasiswa adalah persiapan secara pribadi, akademis, dan ekstra kurikuler itu sangat dibutuhkan.