Situs ini diterbitkan dengan tujuan mengkomunikasikan keberadaan Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas, sekaligus memberikan informasi-informasi terbaru (up to date) kepada para mahasiswa dan alumni. Situs ini menerima sumbangan informasi mengenai lowongan kerja bagi para lulusan Antropologi dari para alumni yang telah bekerja di berbagai instansi/lembaga dan berupa kritik/saran demi perbaikan situs ini. Semua informasi diharapkan dapat ditulis di ruang diskusi dan atau diemailkan di Jurnal_laborantrop@yahoo.co.id.

Rabu, 24 Desember 2008

Ucapan Selamat Buat Jurusan Antropologi

Selamat buat Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas yang telah memenangkan Hibah Kompetisi IMHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency) DIKTI Jakarta untuk tahun anggaran 2009-2011.

Semoga Program Hibah ini akan bermanfaat dalam pengembangan kualitas akademik sumber daya manusia jurusan baik dosen maupun mahasiswa Antropologi ke depannya.

Tertanda,

Administrator

Senin, 01 Desember 2008

MEMOAR PROF. IMRAN MANAN

(07 Januari 1931 – 19 November 2008)

Yunarti - Sidarta Pujiraharjo - Yulkardi

(Catatan Yang Tertinggal Menyambut Purna-Bhakti Prof. DR. Imran Manan.MA.MA)

Prof. Dr. Imran Manan. MA.MA lahir di Padang Ganting 7 Januari 1931, adalah bungsu satu-satunya laki-laki dari 3 orang bersaudara. Sejak kecil telah menunjukkan minat yang kuat untuk belajar yang mendapat dukungan dari ibunda Malat serta ayahanda beliau Abdul Manan yang pada waktu itu seorang Mantri Pertanian di Lambau. Menikah dengan gadis Dra. Fatimah Enar yang dulunya teman kuliah, beliau berdua dikaruniakan 2 orang putra dan 1 orang putri : Drs. Arfi Imran yang kini bekerja diperusahaan Asing Schlumberger di Jakarta, Desy Natalia Imran. PHD dari Universitas di London Inggris bekerja sebagai dosen tetap di ITB Bandung dan putra bungsu beliau Arif Imran kandidat PHD pada University of Kent yang saat ini tengah menyelesaikan pendidikannya di Inggris. Saat ini beliau berdua adalah sepasang kakek dan nenek dari beberapa orang cucu. Sebuah kehidupan yang lengkap.

Memulai pendidikan dasar di kota Batusangkar, Imran muda tabah dan tidak manja walau harus tinggal bersama famili dan berpisah dengan orang tua. Jenjang pendidikan berikutnya dilalui diberbagai tempat dalam rentang waktu panjang sejak 1950-an hingga 1990-an yang membutuhkan stamina dan konsistensi tinggi terhadap semangat untuk terus belajar memahami hal-hal yang baru. Imran muda memulainya dari Sekolah Rakyat di Batu Sangkar ke FKIP – Universitas Andalas hingga University of California di Barkeley, University of Illinois di Urbana hingga Ohio State of University di Benua Amerika. Pencarian itu mengembara jauh ke dalam ceruk-ceruk pemikiran ekonomi, perilaku manusia, perspektif humanity dalam antropologi, yang telah membentuk dan mematangkan karakter dan kadar intelektualitasnya. Dalam lokalitasnya yang paling genuine sebagai seorang Minangkabau, beliau sekaligus tengah menjadi sebuah pribadi universal, menjalin kerjasama dan pemahaman dengan counterpart asing dan terus mengembangkan cakrawala wawasannya tentang keberadaan manusia dan dunia....dipusat-pusat peradaban dunia.

Semua rangkaian kehidupan tidaklah dilalui tanpa halangan; berbagai peristiwa menyertai semua periode pendidikannya:....wafatnya sang Ayahanda pada saat penyelesaian Sekolah Menengah Ekonomi tingkat Atas di Medan, hingga masa-masa sulit kelabu sebagai tentara dimasa pergolakan PRRI diawal pendidikan tinggi ..., berpisah dengan istri dan anak-anak dalam jangka waktu yang tidak singkat secara tekhnis tidak pernah menyurutkan kesukacitaannya dalam belajar, tidak sedikitpun juga pernah meragukan bahwa hasil yang baik hanya dapat lahir dari rahim kerja keras.

Diantara semua masa-masa pendidikan itu, Imran muda mulai mengisinya dengan kerja dan pengabdian sebagai guru honorer, ikut membidani beberapa sekolah lanjutan tingkat atas di Padang dan menyaksikan berdirinya IKIP sebagai institusi pendidikan mandiri. Dikemudian hari, Prof. Imran menjadi bagian penting dari Institusi ini menapak pengabdian dan kerja sebagai asisten dosen, dosen tetap, Pembantu Dekan II, Dekan, Pembantu Rektor I dan II hingga Direktur Pascasarjana IKIP Padang dengan ritme yang konsisten, dedikasi yang penuh dan profesionalitas lugas atas dasar kompetensi yang dimiliki....., kesemuanya itu bukanlah jenjang karir yang direncanakan, tak pernah merasa harus mendiktekan keadaan, yang beliau lakukan adalah mencurahkan perhatian atas setiap tahapan amanah, menyelesaikan setiap kerja sebaik yang bisa dilakukan dan setelah itu membiarkan hidup mengalir ...... panta rei. Beliau melakoni itu semua sembari terus menulis, meneliti dan berbicara diberbagai seminar lokal, regional, nasional dan Internasional sejak tahun 62 hingga masa purna bhakti beliau tiba.

Tahun 1984, adalah moment penting saat beliau secara resmi diminta ikut bergabung mengelola jurusan sosiologi dengan program studi antropologi yang saat itu masih bernaung di Fakultas Sastra. Banyak memori yang masih diingat oleh mantan murid dan kolega-kolega beliau; performa beliau yang sederhana, casual dengan kemeja lengan pendek, celana pantalon, sepatu sandal, kaca mata berbingkai tebal dengan rokok yang hampir selalu ada ditangan….figur yang terkesan hati-hati dan sedikit dalam berbicara karena bagi beliau bicara adalah apa yang dikerjakan. Semua hal yang tampak luar itu mengiringi etos kerja, disiplin waktu dan antusiasme yang ditunjukkan dalam mengasuh jurusan ini. Meski secara formal struktural beliau mengakhiri pengabdian di jurusan ini tahun 1998, namun spirit dan kepedulian beliau terhadap institusi ini tidaklah susut. Dari kejauhan beliau diam-diam tetap menyaksikan, memastikan bahwa si-anak asuh Antropologi Fisip Universitas Andalas meski tertatih, telah mencoba berjalan mantap diatas kaki mudanya yang masih goyah....

Prof. Imran Manan sangat menyadari, masih banyak kerja yang tersisa..., masih ada gagasan yang tertinggal belum selesai....., menyaksikan masih banyak kegagalan kita dalam memahami realitas sosial yang berujung pada kegagalan dalam membuat kebijakan. Meskipun peristiwa-peristiwa yang membesarkan hati dan menciutkan nyali terus berganti mengisi panggung kehidupan bermasyarakat, beliau meyakinkan akan adanya harapan akan munculnya intelektual muda bernas yang mekar berakar dari bumi dimana dia disemai-tumbuhkan....,yang akan mengejawantah-ulang gagasan tentang “ alam yang takambang jadikan guru”...sebuah semangat yang peka pada perubahan zaman tanpa tercerabut dari akarnya....memaknai kembali romantisme kearifan masa lalu yang dihadirkan dengan re-interpretasi kekinian....sebuah idealisme yang menurut beliau akan menahan kita dari tergelincir jatuh dalam arus pragmatisme keliru yang dangkal dan sesaat.

Menyambut masa purna bhaktinya yang telah tiba, Prof. Imran Manan merasa lega dan lapang.....bukan kelapangan yang berpuas diri tapi kelapangan yang mengalir dari rasa penuh dan pasti bahwa semua kemampuan telah diupayakan, semua daya telah diberikan...hutang dan kewajiban telah ditunaikan......sembari menyadari KESEMPURNAAN HANYALAH MILIK SANG KHALIK.

….SELAMAT JALAN PAK IM,…..

Komunitas Antropologi

FISIP – Universitas Andalas

Rabu, 19 November 2008

Ucapan Turut Berduka Cita

Assalamualaikum Wr. Wb
Innalillaahi wainnalillaahi rajiun.
Pimpinan Jurusan dan Seluruh Dosen Antropologi turut berdukacita atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak
Prof. Dr. Imran Manan, M.A, M.A
Semoga almarhum diterima di sisi ALLAH dan ditempatkan di tempat yang sebaik2nya.
Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Amin!
Wassalam, Wr. Wb
Pimpinan Jurusan dan Dosen Antropologi

Minggu, 09 November 2008

Hasil Evaluasi B.1. I-MHERE

Sehubungan dengan proses evaluasi dan seleksi Proposal Sub-Component B.1: Grants for Improvement of Quality and Sosial Responsibility Batch IV guna memperoleh pendanaan melalui the Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE), yang dilakukan oleh panitia IMHERE Dikti Jakarta, bahwa Universitas Andalas dinyatakan lulus dalam proses evaluasi tahap I. Untuk tahap selanjutnya, pihak panitia IMHERE Dikti Jakarta akan melakukan kegiatan peninjauan lapangan (site visit) .

Jadwal kunjungan itu sendiri akan dilaksanakan antara tanggal 10–15 November 2008. Saat ini, pihak pimpinan dan dosen Jurusan Antropologi tengah menyiapkan berbagai bahan dokumen yang relevan dengan kegiatan site visit tersebut. Walaupun pada hari libur (Sabtu dan Minggu), pihak jurusan tetap bekerja di ruangan jurusan Antropologi.

Semoga dalam kegiatan site visit nantinya, jurusan Antropologi akan berusaha semaksimal mungkin, sehingga proses yang dilalui akan berjalan dengan lancar dan kita harapkan pada tahap proses seleksi selanjutnya akan mendapatkan hasil yang maksimal. TERUS MAJU JURUSAN ANTROPOLOGI MOGA MENJADI YANG TERBAIK......................

Tertanda,

Jurusan Antropologi FISIP Unand

Kamis, 11 September 2008

Jurusan Antropologi Mengikuti Program IMHERE kedua kalinya

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) dengan dana pinjaman dari World Bank IBRD Loan Number 4789 – IND dan IDA Loan Number 4077 - IND, Dikti Depdiknas Jakarta mengundang universitas-univesitas di Indonesia untuk mengikuti proses seleksi hibah kompetisi tahap keempat Sub-Component B.1 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan tanggung jawab sosial institusi pendidikan tinggi.

Salah satunya adalah Universitas Andalas, Padang yang telah menetapkan 3 (tiga) jurusan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses seleksi hibah kompetisi tahap keempat yaitu Jurusan Antropologi dari FISIP, Jurusan Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Jurusan Tehnik Mesin dari Fakultas Tehnik.

Jurusan Antropologi telah membentuk panitia pelaksana yang dikoordinir oleh Dr. rer.soc. Nursyirwan Effendi yang beranggotakan Dr. Erwin, M.Si, Dra. Ermayanti, M.Si, Sri Meiyenti, S.Sos, M.Si dan Dra. Yunarti, M.Hum. Saat ini langkah awal yang dikerjakan oleh panitia pelaksana adalah meng up-date data Self Evaluation (SE) jurusan. Selanjutnya, panitia akan merancang program institusi development jurusan.

Menurut jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak Unand, data pengelolaan SE dan perancangan program institusi development jurusan harus selesai pada tanggal 5 Oktober 2008 dan sekitar awal bulan Desember 2008, laporan final telah masuk ke Rektor Universitas Andalas.

Dua tahun yang lalu, jurusan Antropologi telah diundang untuk mengerjakan program IMHERE ini tetapi tidak lulus dari penyeleksian DIKTI. Semoga pada tahun 2008 ini merupakan tahunnya Jurusan Antropologi untuk mendapatkan program IMHERE tersebut. Kita ucapkan SELAMAT dan dengan iringan doa semoga mendapat hasil yang maksimal.

Tertanda,
Pimpinan
Jurusan Antropologi FISIP Unand

Selasa, 02 September 2008

Marhaban Ya Ramadhan


Wahai Tamu Ramadhan......

Untukmu rahmat dan Maghfirah.....
Air mata Taubat..........
Dendangkan Tadarus,
Berselimutkan tarawih dan berbantalkan tahajud
Semoga kita mewarisi Jannahnya Allah.................

Jadikan bulan suci Ramadhan ini yang terbaik
karena kita tidak pasti apakah ada lagi Ramadhan-Ramadhan yang lain untuk kita nanti.....

SELAMAT BERPUASA DAN SHOLAT TARAWIH
BAGI PIMPINAN JURUSAN ANTROPOLOGI BESERTA STAF PENGAJAR
KHUSUSNYA JUGA MAHASISWA ANTROPOLOGI..........
Semoga amal ibadah puasa kita diterima olehNya...Amin!!


Tertanda,

Pimpinan Jurusan Antropologi
FISIP Universitas Andalas, Padang

Minggu, 10 Agustus 2008

Cara Belajar Yang Efektif dan Partisipasi Aktif Mahasiswa khususnya Mahasiswa Antropologi

Memutuskan untuk kuliah di Universitas Andalas terutama FISIP berarti Anda sudah siap menghadapi berbagai resiko atau tantangan. Yang pasti, suasana dalam menghadapi perkuliahan, secara umum, berbeda sekali daripada suasana belajar di sekolah menengah. Yang pertama membutuhkan kemampuan mengembangkan inisiatif sendiri (internally driven) dalam merencanakan dan menangani permasalahan yang muncul, sementara yang kedua tidak selalu seperti itu. Di sekolah menengah, dominasi aktifitas siswa di kelas masih banyak dalam bentuk menyimak materi yang disampaikan guru. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk kuliah serta langkah dan persiapan yang perlu ditempuh mahasiswa baru untuk memulai kuliah di Universitas Andalas terutama FISIP sehingga mampu belajar (kegiatan akademis) secara efektif, tanpa mengabaikan keikutsertaan dalam kegiatan kemahasiswaan.

Segala hal yang berkaitan dengan berbagai persiapan sebagai seorang mahasiswa adalah persiapan secara pribadi, akademis, dan ekstra kurikuler. Pada saat memasuki kehidupan kampus, umumnya Anda harus membiasakan diri untuk hidup jauh dari anggota keluarga dan sanak saudara; terpaksa hidup sendirian. Bapak dan Ibu, yang mengingatkan kealpaan dan memenuhi keinginan Anda serta adik, kakak, dan kawan-kawan yang dijadikan sebagai teman bercanda ria selama ini, tidak mungkin lagi akan mewarnai keseharian dan keceriaan Anda. Paling-paling hal yang demikian hanya akan Anda dapati sekali dalam sebulan atau ketika Anda pulang ke rumah/kampung halaman untuk menjemput bekal atau berlibur.

Anda harus bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat di lingkungan tempat tinggal Anda dengan baik atau yang dipepatahkan dengan hidup “bapandai-pandai”. Jika Anda kebetulan menderita sakit, yang pertama kali mengetahui keadaan Anda tentu saja tetangga. Bahkan, pada saat Anda berada dalam kesulitan keuangan pun, sebagai tetangga yang sudah sangat kenal dengan Anda, mereka tidak akan segan-segan untuk meringankan kesulitan yang Anda hadapi. Pengertian induk semang harus diperluas sehingga meliputi pimpinan universitas dan fakultas serta para karyawan, terutama penasihat akademik/ dosen dan penanggung jawab jurusan di Universitas Andalas terutama FISIP. Baik penasihat akademik/dosen maupun ketua/sekretaris jurusan, sebenarnya disiapkan bagi melayani berbagai keperluan dan menangani persoalan Anda dalam studi dan hidup sehari-hari. Mereka, seharusnya, menjadi orang tua/wali Anda yang kedua selain orang tua dan sanak saudara sendiri. Ingatlah, Anda perlu bertanya dan berdiskusi secara intensif dengan induk semang yang telah diperluas maknanya ini. Hal ini penting diikuti calon mahasiswa karena banyak pula penasihat akademik/dosen dan ketua/sekretaris jurusan yang, sebagai manusia biasa, lupa dengan atau sengaja melupakan tugasnya.

Disamping itu, hal yang menjadi perhatian adalah peranan dari orangtua yang sekuat tenaga dan daya upaya, misalnya, mencarikan dana untuk membayar biaya pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka. Singkatnya, orangtua menginginkan anak-anaknya melanjutkan pendidikan ke universitas agar dapat menjadi orang yang pintar, berilmu, tergolong dalam kalangan intelektual, dan memperoleh/membuka lapangan pekerjaan sendiri. Universitas memberikan gelar yang sesuai bidang studi tertentu kepada para lulusannya. Gelar tersebutlah yang mendatangkan gengsi dan prestasi tersendiri karena pemerolehan gelar itu memungkinkan pemiliknya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Artinya, pemilik gelar sarjana akan cenderung memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mendapat pekerjaan dan hidup yang layak dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.

Oleh karena itu, urgensi keharusan generasi mengikuti perkuliahan adalah agar mereka mendapatkan pekerjaan dan hidup yang layak setelah memperoleh gelar kesarjanaan. Walaupun demikian, pada sisi lain kita masih dipusingkan oleh satu persoalan klasik bahwa sebagian dari para sarjana masih tidak dapat perkerjaan atau menganggur dalam berbagai bidang sampai saat ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya mutu sebagian besar lulusan universitas, yang ditunjukkan oleh tidak terpenuhinya indek prestasi dan kemampuan dasar yang dibutuhkan di lapangan. Sementara itu, survai membuktikan belum tercapainya keseimbangan antara jumlah sarjana yang dihasilkan universitas dan lapangan kerja yang dapat menampung mereka. Jadi, yang menganggur itu, di antaranya, adalah mereka yang kalah bersaing pada saat berkompetisi untuk mendapatkan tempat berkerja yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sarjana pelamar yang mendaftar. Walaupun tidak dipungkiri bahwa, secara umum, peranan universitas dalam upaya menyejahterakan masyarakat sangat besar, aspek relevansi di universitas perlu terus dikembangkan.

Pemenuhan aspek ini secara baik berkaitan erat dengan membaiknya mutu lulusan, yang tidak saja memperbesar kemungkinan keterpakaian lulusan oleh stakeholders tetapi juga membuat para lulusan mampu berkreasi dalam membuka lapangan kerja secara mandiri. Akan tetapi, yang luput dari perhatian kita, antara lain, adalah kekurangan informasi yang diterima generasi kita. Mereka jarang memperoleh informasi yang benar dan akurat tentang universitas yang akan dimasuki sesuai dengan keinginan dan potensi diri yang dimiliki.

Padahal, kesalahan dalam memilih universitas dapat menyebabkan rendahnya kualitas lulusan suatu universitas. Sebagaimana yang dijelaskan di atas, kualitas lulusan yang relatif rendah menyebabkan, antara lain, kegagalan calon pelamar pekerjaan untuk mendapat suatu pekerjaan. Sementara itu, hampir semua institusi atau lembaga penyedia lapangan pekerjaan mensyaratkan, misalnya, kepada pelamar untuk memiliki indek prestasi kumulatif (IPK) 2.75 ke atas. Sangatlah ironis pula, kalau ada mahasiswa yang menyatakan bahwa tujuan kuliah adalah sekedar untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya atau untuk mengisi waktu daripada tidak kuliah sama sekali. Sinyalemen yang terakhir ini berarti bahwa keterlibatan mereka di kampus adalah atas dasar keterpaksaan atau kesalahan mereka dalam memilih (program studi) universitas. Hal inilah yang juga ikut berkontribusi dalam menyebabkan rendahnya kualitas lulusan universitas. SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU FISIP KHUSUSNYA MAHASISWA ANTROPOLOGI TAHUN 2008.