Situs ini diterbitkan dengan tujuan mengkomunikasikan keberadaan Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas, sekaligus memberikan informasi-informasi terbaru (up to date) kepada para mahasiswa dan alumni. Situs ini menerima sumbangan informasi mengenai lowongan kerja bagi para lulusan Antropologi dari para alumni yang telah bekerja di berbagai instansi/lembaga dan berupa kritik/saran demi perbaikan situs ini. Semua informasi diharapkan dapat ditulis di ruang diskusi dan atau diemailkan di Jurnal_laborantrop@yahoo.co.id.

Kamis, 11 September 2008

Jurusan Antropologi Mengikuti Program IMHERE kedua kalinya

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) dengan dana pinjaman dari World Bank IBRD Loan Number 4789 – IND dan IDA Loan Number 4077 - IND, Dikti Depdiknas Jakarta mengundang universitas-univesitas di Indonesia untuk mengikuti proses seleksi hibah kompetisi tahap keempat Sub-Component B.1 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan tanggung jawab sosial institusi pendidikan tinggi.

Salah satunya adalah Universitas Andalas, Padang yang telah menetapkan 3 (tiga) jurusan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses seleksi hibah kompetisi tahap keempat yaitu Jurusan Antropologi dari FISIP, Jurusan Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Jurusan Tehnik Mesin dari Fakultas Tehnik.

Jurusan Antropologi telah membentuk panitia pelaksana yang dikoordinir oleh Dr. rer.soc. Nursyirwan Effendi yang beranggotakan Dr. Erwin, M.Si, Dra. Ermayanti, M.Si, Sri Meiyenti, S.Sos, M.Si dan Dra. Yunarti, M.Hum. Saat ini langkah awal yang dikerjakan oleh panitia pelaksana adalah meng up-date data Self Evaluation (SE) jurusan. Selanjutnya, panitia akan merancang program institusi development jurusan.

Menurut jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak Unand, data pengelolaan SE dan perancangan program institusi development jurusan harus selesai pada tanggal 5 Oktober 2008 dan sekitar awal bulan Desember 2008, laporan final telah masuk ke Rektor Universitas Andalas.

Dua tahun yang lalu, jurusan Antropologi telah diundang untuk mengerjakan program IMHERE ini tetapi tidak lulus dari penyeleksian DIKTI. Semoga pada tahun 2008 ini merupakan tahunnya Jurusan Antropologi untuk mendapatkan program IMHERE tersebut. Kita ucapkan SELAMAT dan dengan iringan doa semoga mendapat hasil yang maksimal.

Tertanda,
Pimpinan
Jurusan Antropologi FISIP Unand

Selasa, 02 September 2008

Marhaban Ya Ramadhan


Wahai Tamu Ramadhan......

Untukmu rahmat dan Maghfirah.....
Air mata Taubat..........
Dendangkan Tadarus,
Berselimutkan tarawih dan berbantalkan tahajud
Semoga kita mewarisi Jannahnya Allah.................

Jadikan bulan suci Ramadhan ini yang terbaik
karena kita tidak pasti apakah ada lagi Ramadhan-Ramadhan yang lain untuk kita nanti.....

SELAMAT BERPUASA DAN SHOLAT TARAWIH
BAGI PIMPINAN JURUSAN ANTROPOLOGI BESERTA STAF PENGAJAR
KHUSUSNYA JUGA MAHASISWA ANTROPOLOGI..........
Semoga amal ibadah puasa kita diterima olehNya...Amin!!


Tertanda,

Pimpinan Jurusan Antropologi
FISIP Universitas Andalas, Padang

Minggu, 10 Agustus 2008

Cara Belajar Yang Efektif dan Partisipasi Aktif Mahasiswa khususnya Mahasiswa Antropologi

Memutuskan untuk kuliah di Universitas Andalas terutama FISIP berarti Anda sudah siap menghadapi berbagai resiko atau tantangan. Yang pasti, suasana dalam menghadapi perkuliahan, secara umum, berbeda sekali daripada suasana belajar di sekolah menengah. Yang pertama membutuhkan kemampuan mengembangkan inisiatif sendiri (internally driven) dalam merencanakan dan menangani permasalahan yang muncul, sementara yang kedua tidak selalu seperti itu. Di sekolah menengah, dominasi aktifitas siswa di kelas masih banyak dalam bentuk menyimak materi yang disampaikan guru. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk kuliah serta langkah dan persiapan yang perlu ditempuh mahasiswa baru untuk memulai kuliah di Universitas Andalas terutama FISIP sehingga mampu belajar (kegiatan akademis) secara efektif, tanpa mengabaikan keikutsertaan dalam kegiatan kemahasiswaan.

Segala hal yang berkaitan dengan berbagai persiapan sebagai seorang mahasiswa adalah persiapan secara pribadi, akademis, dan ekstra kurikuler. Pada saat memasuki kehidupan kampus, umumnya Anda harus membiasakan diri untuk hidup jauh dari anggota keluarga dan sanak saudara; terpaksa hidup sendirian. Bapak dan Ibu, yang mengingatkan kealpaan dan memenuhi keinginan Anda serta adik, kakak, dan kawan-kawan yang dijadikan sebagai teman bercanda ria selama ini, tidak mungkin lagi akan mewarnai keseharian dan keceriaan Anda. Paling-paling hal yang demikian hanya akan Anda dapati sekali dalam sebulan atau ketika Anda pulang ke rumah/kampung halaman untuk menjemput bekal atau berlibur.

Anda harus bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat di lingkungan tempat tinggal Anda dengan baik atau yang dipepatahkan dengan hidup “bapandai-pandai”. Jika Anda kebetulan menderita sakit, yang pertama kali mengetahui keadaan Anda tentu saja tetangga. Bahkan, pada saat Anda berada dalam kesulitan keuangan pun, sebagai tetangga yang sudah sangat kenal dengan Anda, mereka tidak akan segan-segan untuk meringankan kesulitan yang Anda hadapi. Pengertian induk semang harus diperluas sehingga meliputi pimpinan universitas dan fakultas serta para karyawan, terutama penasihat akademik/ dosen dan penanggung jawab jurusan di Universitas Andalas terutama FISIP. Baik penasihat akademik/dosen maupun ketua/sekretaris jurusan, sebenarnya disiapkan bagi melayani berbagai keperluan dan menangani persoalan Anda dalam studi dan hidup sehari-hari. Mereka, seharusnya, menjadi orang tua/wali Anda yang kedua selain orang tua dan sanak saudara sendiri. Ingatlah, Anda perlu bertanya dan berdiskusi secara intensif dengan induk semang yang telah diperluas maknanya ini. Hal ini penting diikuti calon mahasiswa karena banyak pula penasihat akademik/dosen dan ketua/sekretaris jurusan yang, sebagai manusia biasa, lupa dengan atau sengaja melupakan tugasnya.

Disamping itu, hal yang menjadi perhatian adalah peranan dari orangtua yang sekuat tenaga dan daya upaya, misalnya, mencarikan dana untuk membayar biaya pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka. Singkatnya, orangtua menginginkan anak-anaknya melanjutkan pendidikan ke universitas agar dapat menjadi orang yang pintar, berilmu, tergolong dalam kalangan intelektual, dan memperoleh/membuka lapangan pekerjaan sendiri. Universitas memberikan gelar yang sesuai bidang studi tertentu kepada para lulusannya. Gelar tersebutlah yang mendatangkan gengsi dan prestasi tersendiri karena pemerolehan gelar itu memungkinkan pemiliknya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Artinya, pemilik gelar sarjana akan cenderung memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mendapat pekerjaan dan hidup yang layak dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.

Oleh karena itu, urgensi keharusan generasi mengikuti perkuliahan adalah agar mereka mendapatkan pekerjaan dan hidup yang layak setelah memperoleh gelar kesarjanaan. Walaupun demikian, pada sisi lain kita masih dipusingkan oleh satu persoalan klasik bahwa sebagian dari para sarjana masih tidak dapat perkerjaan atau menganggur dalam berbagai bidang sampai saat ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya mutu sebagian besar lulusan universitas, yang ditunjukkan oleh tidak terpenuhinya indek prestasi dan kemampuan dasar yang dibutuhkan di lapangan. Sementara itu, survai membuktikan belum tercapainya keseimbangan antara jumlah sarjana yang dihasilkan universitas dan lapangan kerja yang dapat menampung mereka. Jadi, yang menganggur itu, di antaranya, adalah mereka yang kalah bersaing pada saat berkompetisi untuk mendapatkan tempat berkerja yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan sarjana pelamar yang mendaftar. Walaupun tidak dipungkiri bahwa, secara umum, peranan universitas dalam upaya menyejahterakan masyarakat sangat besar, aspek relevansi di universitas perlu terus dikembangkan.

Pemenuhan aspek ini secara baik berkaitan erat dengan membaiknya mutu lulusan, yang tidak saja memperbesar kemungkinan keterpakaian lulusan oleh stakeholders tetapi juga membuat para lulusan mampu berkreasi dalam membuka lapangan kerja secara mandiri. Akan tetapi, yang luput dari perhatian kita, antara lain, adalah kekurangan informasi yang diterima generasi kita. Mereka jarang memperoleh informasi yang benar dan akurat tentang universitas yang akan dimasuki sesuai dengan keinginan dan potensi diri yang dimiliki.

Padahal, kesalahan dalam memilih universitas dapat menyebabkan rendahnya kualitas lulusan suatu universitas. Sebagaimana yang dijelaskan di atas, kualitas lulusan yang relatif rendah menyebabkan, antara lain, kegagalan calon pelamar pekerjaan untuk mendapat suatu pekerjaan. Sementara itu, hampir semua institusi atau lembaga penyedia lapangan pekerjaan mensyaratkan, misalnya, kepada pelamar untuk memiliki indek prestasi kumulatif (IPK) 2.75 ke atas. Sangatlah ironis pula, kalau ada mahasiswa yang menyatakan bahwa tujuan kuliah adalah sekedar untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya atau untuk mengisi waktu daripada tidak kuliah sama sekali. Sinyalemen yang terakhir ini berarti bahwa keterlibatan mereka di kampus adalah atas dasar keterpaksaan atau kesalahan mereka dalam memilih (program studi) universitas. Hal inilah yang juga ikut berkontribusi dalam menyebabkan rendahnya kualitas lulusan universitas. SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU FISIP KHUSUSNYA MAHASISWA ANTROPOLOGI TAHUN 2008.

Senin, 28 Juli 2008

Simposium Internasional Antropologi ke-5

Jurusan Antropologi mengucapkan selamat atas terselenggaranya "The 5th International Symposium of Jurnal Antropologi Indonesia" dengan tema: The Future of Indonesia: Sustainable Development and Local Initiatives in Post Capitalist Era. Simposium Internasional Antropologi ini telah dilaksanakan pada tanggal 22-26 July 2008 di Kampus FKIP Lambung Mangkurat University, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tertanda

Jurusan Antropologi FISIP Unand

Jumat, 25 Juli 2008

Pemilihan Dekan FISIP tahun 2008

Dekan FISIP telah berganti. Pada bulan Juli 2008 merupakan bulan demokrasi di FISIP yaitu pelaksanaan pemilihan Dekan FISIP yang baru. Kegiatan ini dimulai dari penjaringan Balon (bakal calon) yang berasal dari dosen senior (Golongan IVa dan memiliki jabatan Lektor Kepala), kemudian pendaftaran Balon sampai pemilihan calon yang dilaksanakan melalui penjaringan pemilihan dari dosen-dosen yang ada di FISIP dan akhirnya sampai pemilihan ke senat Fakultas.

Akhirnya, pada tanggal 23 Juli telah terpilih 3 orang yang berhak menjadi calon Dekan FISIP, yaitu Drs. Alfitri, M.S (Sosiologi), Dr. Asmawi, M.Si (Sosiologi) dan Dr. Erwin, M.Si (Antropologi). Melalui pemilihan yang dilakukan oleh senat fakultas sebanyak 13 orang dari berbagai jurusan, maka dengan suara terbanyak adalah 9 suara diperoleh oleh Drs. Alfitri, M.S dan 4 suara oleh Dr. Erwin, M.Si. Dengan suara terbanyak inilah, maka telah terpilih lah Dekan FISIP yang baru untuk periode 2008-2012, yaitu Drs. Alfitri, M.Si.

Jurusan Antropologi beserta staf pengajar mengucapkan selamat kepada Drs. Alfitri, M.Si atas terpilihnya menjadi Dekan FISIP tahun 2008, semoga dibawah kepemimpinannya menjadikan FISIP menjadi fakultas yang maju, profesional dan memiliki akademik yang tinggi.

Tertanda,

Jurusan Antropologi FISIP Unand

Senin, 14 Juli 2008

Pemberlakuan Sanksi Akademik

Beberapa tahun belakangan ini, jurusan Antropologi bekerjasama dengan pihak fakultas telah sukses melakukan pemberlakuan sanksi terhadap beberapa mahasiswa Antropologi yang dinyatakan positif melakukan pelanggaran-pelanggaran secara akademik. Pelanggaran tersebut berupa perubahan nilai KHS, pemalsuan tandatangan pembimbing untuk maju ke seminar proposal dan lain sebagainya. Pada tahun 2006, Jurusan Antropologi telah memberlakukan sanksi akademik terhadap 2 orang mahasiswi yang kedapatan merubah nilai KHS. Sanksi tersebut yaitu sanksi skor selama 6 bulan.

Pada tahun 2008 ini, Jurusan Antropologi pun telah menyelidiki pelanggaran yang dilakukan 2 orang mahasiswa seperti perubahan nilai KHS dan membuat pemalsuan tandatangan penguji. Beberapa hari yang lalu, melalui Sekretaris Jurusan telah mewawancarai beberapa orang mahasiswi yang terindikasi melakukan pelanggaran-pelanggaran akademik tersebut dan akhirnya diperoleh terdapat 1 orang mahasiswi yang telah berterus terang melakukan perubahan KHS selama 1 tahun belakangan.

Dengan adanya berbagai pelanggaran akademik yang dilakukan oleh mahasiswa, maka jurusan akan lebih mentertibkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan nilai seperti KHS, Transkrip dan formulir pengajuan seminar proposal/skripsi.

Jurusan Antropologi akan terus memonitor dokumen-dokumen mahasiswa tersebut dan juga memperingatkan kepada semua mahasiswa agar tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran akademik ini di kemudian hari.

Selain itu, bagi mahasiswa/i, apabila mengetahui adanya kejanggalan pelanggaran akademik yang dilakukan oleh teman saudara, silahkan harap lapor langsung ke pihak Jurusan atau bisa melalui emai: Jurnal_laborantrop@yahoo.co.id. untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya.

tertanda,

Jurusan Antropologi FISIP

Rabu, 28 Mei 2008

pikir dan tulis

Nah, lho : Bisa, kan?
Ada banyak orang berpikir, namun tidak banyak yang mampu dan sempat menuliskannya. Kadang dalam bicara dan berdiskusi, apa saja bisa mengalir deras dari mulut kita. Bahkan tak jarang kita kekurangan waktu untuk meneruskannya. Sehingga orang cenderung senang beretorika daripada berteori atau menyampaikan sesuatu dalam tulisan.
Ketika akan menulis sering kita berpikir dari mana harus memulainya. Namun ketika bicara atau pembicaraan yang sering kita lakukan, bisa mengalir begitu saja tanpa harus ada mukadimah. Nah, bagaimana cara menuliskan setiap apa yang kita pikir dan bicarakan? Tulis saja, begitu praktisi penulisan menyuruhnya. Menulis ya menulis, jangan takut untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran untuk menjadikannya sebuah tulisan. Terlepas dari hasil baik buruknya, yang penting tulis!
Kualitas tulisan bukan ditentukan dari siapa yang menulis, namun dari proses apa dan bagaimana dia menulisnya. Hasil terbaik, biarlah pembaca yang menilainya. Baik buruk pun, serahkan pada mereka. Tugas penulis hanyalah menulis dan menuangkan apa yang dipikirkan dalam bentuk sajian tulisan, bagaimana pun modelnya.
Ada berbagai cara orang menuangkan ide, pikiran dan imajinasinya dalam bentuk tulisan. Baik dalam penulisan fiksi atau non fiksi, semua bisa dilakukan. Tergantung pada bagaimana dia meramu dan menjadikannya sebuah sajian yang enak di baca. Paling tidak, untuk dirinya sendiri. Kemampuan menulis dan meramunya menjadi sebuah alat yang efektif untuk mempengaruhi orang tentu membutuhkan jam terbang yang tidak sedikit.
Tuliskan apa yang anda pikirkan, jangan pikirkan apa yang akan anda tuliskan- demikian sebagian penulis memotivasi para pemula. Biarkan mata pikir dan mata baca anda yang menentukan tata bahasa dan estetikanya. Jadikan, karya tulis anda sebagai alat penyampai mata pikir dan mata hati anda. Layaknya sebuah diary atau catatan harian. Modelnya terserah anda. Mau puitis seperti Kahlil Gibran, mau provokatif seperti Widji Tukul, atau mau seperti Tan Malaka yang inspiratif. Silahkan!
Boleh, boleh saja anda menggunakan dan mengutip tulisan termasuk pikiran orang lain untuk memancing imajinasi dan inspirasi penulisan anda. Namun, ada baiknya tetap yang anda tulis adalah buah pikiran anda, dong. Saya termasuk orang yang mudah terpengaruh dan terpancing dalam mendengar dan melihat 'kehebatan' orang. Namun, sangat sombong dan angkuh untuk mengutip tulisan orang. Walau kadang saya berpikir pasti akan ada kemiripan yang akan terpampang dalam setiap tulisan saya. Toh, pada dasarnya apa yang menjadi ide dan pikiran manusia menurut saya mirip semua. Hanya cara dan kemampuan serta kesempatan menyampaikannya saja yang berbeda-beda. Begitu cara saya, memaafkan kepemulaan saya. Sombong dikit, gak apa lah....
Nah, tunggu apa lagi....
Jakarta, 27 Mei 2008